Archive for the ‘senyum salam sapa’ Category

Allah pasti sudah menentukan saatnya

Menunggu… mungkin memang menjemukan tapi jika menunggu kepastian dari-Nya…yang harus disadari. Dinda menunggu jabang bayi yang masih di perut ini, rasanya butuh kesabaran ekstra. Ya Allah mungkin dah ketentuan-Mu, dulu saat menanti jodoh pun terasa lama… dulu saat menanti adanya benih dirahim juga dalam waktu yang tidak sedikit. Hanya kata positif yang harus selalu tertanam ” Allah pasti sudah menentukan saatnya tiba”, manusia selalu diuji kesabarannya untuk naik tingkat. Dalam teorinya terasa mudah, tapi pelaksanaanya tidak mudah. Ortu, mertua, teman, sodara… semua menanyakan kapan. “Sudah lahiran belum??”, ada yang sampai mengira-ngira, dan sebagainya. Orang-orang terdekat saja sudah tidak sabar untuk mendengar kabar kelahiran “azzam” pejuang hati orang tuanya, apalagi orangtuanya yang sudah tidak sabar rasanya melihat yang dari 9 bulan yang lalu hanya bisa dilihat lewat USG. Ya Allah berikan kami kesabaran yang lebih dari kata sabar itu sendiri.. smoga kesabaran kami berbuah manis diujung sana. Amin…

Iklan

Pengenalan TIK di Srondol Semarang

Pinginnya curhat dari awal ikut prajab di Srondol Semarang, tp waktunya g sempat. Nah mumpung ada kesempatan buat nulis. Saat materi Pengenalan Teknologi Informasi. Sambil dengarkan sambil update status FB juga nulis di Blog sendiri. Sambil dengarkan yang memberikan materi. Walaupun materinya dah pernah diketahui gpp. Tambah ilmu…tambah pengalaman…kecepatan internetnya lumayan cepat. Yah lumayan…

Makna Cinta Sejati &Teman Sejati



Kenapa kita menutup mata
ketika kita tidur?
Ketika kita menangis?
Ketika kita membayangkan?
Ini karena hal terindah di dunia TIDAK
TERLIHAT…

Kita semua agak aneh… dan hidup sendiri juga agak aneh…
Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan
kita..

Kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa
yang dinamakan CINTA..

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan..
Orang2 yang tidak ingin kita tinggalkan…
Tapi ingatlah…
melepaskan BUKAN akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru..
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari…dan mereka yang telah mencoba..
Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.
CINTA yang AGUNG?

Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia..

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sambil berkata: “Aku turut berbahagia untukmu”
Apabila cinta tidak berhasil…
BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI..

Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
Tapi..ketika cinta itu mati..
kamu TIDAK perlu mati bersamanya…
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang..
MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.

Entah bagaimana…dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri..
dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan2 kehidupan yang telah kau buat.

TEMAN SEJATI…Mengerti ketika kamu berkata ‘Aku lupa..’
Menunggu selamanya ketika kamu berkata’Tunggu sebentar’

Tetap tinggal ketika kamu berkata: “Tinggalkan aku sendiri”

Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata: “Bolehkah saya masuk?”
MENCINTAI…

BUKANlah bagaimana kamu melupakan..melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN..
BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan.. melainkan bagaimana kamu MENGERTI..
BUKANlah apa yang kamu lihat..melainkan apa yang kamu RASAKAN..
BUKANlah bagaimana kamu melepaskan..melainkan bagaimana kamu BERTAHAN..

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati…
dibandingkan menangis tersedu2..
Air mata yang keluar dapat dihapus..
sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah
hilang…….*_*

Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang..
Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah,
kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang..
LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri..

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang.
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita, MELAINKAN karena kita menyadari
bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Apabila kamu benar2 mencintai seseorang, jangan lepaskan dia..
jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar2 mencintai MELAINKAN
BERJUANGLAH demi cintamu.

Itulah CINTA SEJATI.

Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang
‘yang tersedia’
Lebih baik menunggu orang yang kamucintai DARIPADA orang yang berada
disekelilingmu
Lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlalu singkat untuk
dibuang hanya dengan ‘seseorang’

Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu
dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta
yang tidak kamu sadari.

(kutip dr fb)

BUTIR KEGELISAHAN

05 Januari 2009 – 05:49 Goresan Pena ; Gadis Intifadha

Tak bisa kupungkiri memang, beberapa hari ini aku terus mencoba menentramkan jiwa, menyelimuti kalbu yang mulai tertoreh. Menutupi kegelisahan yang aku sendiri tak memahaminya. Aku melangkah setapak, namun kalut itu masih ada. Kembali ku gelengkan kepala, berharap bayangan yang tak berwujud itu segera hilang meninggalkan diriku. Aku menjerit pelan ” Pergilah, aku mohon…” . Terasa ruang ini begitu sempit. Padahal sebelumnya aku sangat mencintai ruang ini, disinilah tempatku menghilangkan jenuh hari-hariku, melepaskan gerutuan yang kudapat dijalanan. Kini, ia tak berarti apa-apa. Seolah ada tempat lain yang lebih nyaman bagiku, dan aku bisa tenang disana. Yup, jelas tempat itu memang ada, Firdaus Nya. Lantas, apa saat ini detik penantian itu sudah dekat? Rabb, hatiku memang gelisah, tapi aku tidak ingin mengahdapMu dalam kondisi seperti ini.

Jiwaku benar-benar carut marut. Aku duduk diatas kursi kesayanganku. Dimana aku melayang kedunia maya, disana aku terbang kemanapun yang aku inginkan, dan disana pula tempatku menoreh banyak cerita, menyampaikan pesan hati lewat tulisan untuk orang banyak. Kugoyangkan penaku perlahan. Tercoret tanpa arah. Tanpa makna. Namun, bagiku coretan itu begitu menyimpan makna. Sebegitukah keadaan hatiku saat ini? Fuih,,,aku tak menemukan ide untuk berpesta pora dengan kata-kata indah yang biasa ku tulis. Kemudian aku bangkit, berjalan kesana kemari. Seandainya sahabatku Rahmi ada disini seperti biasa menemani hari-hariku, pasti ia bingung dan linglung melihatku seperti ini. Tapi keberadaannya pasti bisa sedikit membantuku mengemban kegelisahan ini. Hari ini ia tiada, ia sedang birrul walidain mengunjungi orang tua tercinta di kampung halaman, dan aku tidak berhak melarangnya.

Kuhentikan langkah. Kumelihat kesekeliling. Ah, kenapa aku tidak mengaji saja. Akhirnya aku tersenyum indah, aku tahu apa yang akan aku lakukan saat ini. Segera aku beranjak ke kamar mandi ingin berwudhu, berusaha menentramkan kegalauan hati. Rabb, kesejukan ini sungguh bermakna. Pujian ku hantur syahdu untuk Nya. Kuraih Mushaf Merah marunku, yang selalu bisa membuat bibirku basah indah dengan menghayati tiap katanya. Kumulai dengan kalimat ta’awudz dan basmalah untuk memasuki dunia kalam Nya. Tetesan embun memenuhi ruang jiwaku, menyejukkan jiwaku yang sedang meronta galau. Terasa begitu indah. Air mataku mulai jatuh, bening itu jatuh begitu saja, tanpa paksaan, tanpa rekayasa. Semakin ku memperpanjang bacaan, semakin deras ia bercucuran, menandakan sebegitu beratnya beban hatiku saat ini. Allah aku begitu merindukanMu. Sungguh!!!

Bingung. Lagi-lagi aku seperti ini. Aku merasa dunia saat ini sungguh tidak bersahabat. Bagiku dunia tidak lagi ramah. Walaupun aku tak tahu kapan ia pernah ramah. Aku bosan, bosan melihat prioritas manusia yang selalu hanya memikirkan dunia. Walau aku tidak mungkin juga lari dari dunia. Walau aku masih saja larut dalam aktifitas manusiawi yang tak bermakna. Itulah sebabnya aku merasa bosan. Dunia. Wajah aneh penuh rasa. Ada kebahagiaan, kekejaman, kesadisan dan banyak lainnya yang tak bisa kusebutkan, lebih tepatnya tak ingin kusebutkan. Dunia. Ladang fatamorgana yang manusia tak bisa lari darinya. Memang, tak mungkin terhindar darinya. Sebab kasat mata yang terlihat hanya dunia saja. Ladang akhirat akan hadir setelah adanya perenungan.

Aku sepi. Aku tak mengerti apa aku benar-benar lelah menghadapi dunia ini. Aku kembali merenungi niat yang aku miliki. Apa ia begitu suci? Apa ia sudah lurus? Apa ia sudah layak untuk memperoleh janji FirdausNya? Atau apa ia hanya nafsu dunia saja? Hanya tuntutan yang belum mengenal arah. Entahlah…

” Dunia memang indah, lebih indah dari hayalan seorang putri raja  dikala menanti sang pangeran. Ia kebahagiaan dan kesenangan. Sahabatku Rini, dunia itu hanya tipuan, keindahannya hanya sementara, ia tak menjanjikan apapun, walau kita sudah memperoleh kebahagiaan dari padanya, namun belum pasti bisa kita bawa hingga ke akhirat. Rin,,, sungguh aku begitu mencintai mu karena Allah, aku tahu kau seperti ini bukan karena ketidakpercayaanmu pada janji Allah, bahkan kau lebih tau tentang itu dari pada aku, kau sahabat yang luar biasa Rin, jangan kau biarkan dirimu kalut dalam kegalauan seperti ini. Jika memang kau lelah, berbuatlah satu hal yang bagimu itu lebih baik kau kerjakan saat ini sebab kau takut akan meninggalkan semuanya. Sahabatku,,,Aku tahu siapa dirimu, ambillah ia, dan kerjakanlah ia, jika itu adalah ahsanul amal bagimu. Jangan pedulikan bisikan-bisikan itu, itu hanya akan membuatmu ragu untuk melangkah. Sobat, aku percaya kau tidak akan salah pilih. Karena aku tahu berapa besarnya rasa cinta dalam hatimu untuk Sang Rabb. Rin, aku akan kembali dalam minggu ini, aku harap kau sabar menunggunya. Aku rindu mendengar celotehanmu, suara tawamu, dan pujianmu itu. Ahibbak fillah…..”

Aku menangis tersedu. Allah, terima kasih Kau telah memberiku seorang sahabat yang begitu mengerti aku. Aku begitu mencintainya Rabb. Dia yang selalu membantuku menghapus butir kegelisahan hati, dan menguatkan kasihku pada Mu. Pesan itu begitu panjang, ia sahabatku rela mengirimkan pesan panjang itu lewat SMS yang pasti banyak menghabiskan layar. Namun, itu sangat bermakna bagiku. Hatiku yakin kini. Mantap pada keputusan yang akan aku lakukan untuk menghapus semua goyah kalbu ini. Aku khawatir, jika aku tak melakukannya, aku akan lebih parah dari ini.

Bismillah,,Rabb terimalah niat lurus ku ini. Tak ada lain yang kuinginkan selain ridha Mu saja. Sungguh hanya itu Allah.

Sujud takzim ku persembahkan untuk Nya. Kali ini aku merasa sujud ini begitu berkesan. Wahai dunia dengan segala perangkatmu, aku ingin sejenak melupakanmu, meninggalkan harapan dan bayangan serta nafsu yang selama ini melekat di dinding jiwaku. Tak ada janji apapun yang mengikatku, selain hanya janji dari Nya saja.

Kuhapus air mata ini. Kuharap tetesan ini menghapus khilaf yang aku lalui. Kini, hatiku mantap sudah, melangkah maju ke Darul Hufadz, tanah impianku selama ini. Moga saja Aku bisa menghilangkan Hubbud dunya yang ada dalam jasadku selama ini. Allah, aku datang untuk memelihara kalam Mu, seperti yang pernah dilakukan oleh para sahabat dulu. Faidza ‘azzamta fatawakkal ‘alalllah. Bismillah.

End at Monday,16 Juni 2008

Goresan Pena ; Gadis Intifadha

Assalamu’alaikum ya.. akhi ya.. ukhti

Assalamu’alaikum. Apa kabar saudaraku semua? Maafkan diriku yang telah lama tidak menyapa dan sudah lama juga tidak berbagi rasa…he..he..Banyak hal yang terjadi setelah Allah kabulkan do’a saudaraku semua, yang pingin ‘mbak’ yang sudah lama sendiri ini mendapatkan seseorang yang mendampingi. Jika saatnya tiba ternyata juga akan diberi..he…he..Alhamdulillah, diberi yang soleh. Tinggal bagaimana sebagai hambanya tuk merawat pemberiannya 😉

Saudaraku, banyak yang ingin kusampaikan dalam perjalanan hidup ini, ingin ku bagi sedikit rasa dan pikiran atas hikmah yang dapat ditemukan dimana saja dalam hal apapun.

Saudaraku, kita sudah mengenal kata-kata bahwa ‘tidak mudah untuk mengaplikasikan teori? Tapi tidak sepenuhnya benar, kalau idealisme itu tetap kita pegang tapi tetap berlandaskan realita yang ada dihadapan, Insya Allah teori itu dapat diterapkan.

Saudaraku, jadilah orang yang baik, yang soleh, karena pasanganmu akan seperti dirimu, dan semua kebaikan yang kamu lakukan akan kembali padamu. Dan saat kamu berada di lingkungan yang baik-baik, rasa nyaman akan kamu temukan dan rasa syukurpun menjadi suatu kebiasaan.

Saudaraku, izinkanku mengungkapkan rasa cintaku ini pada kalian semua, yang telah mengenalku, yang telah memberikanku warna kehidupan yang tak terlupakan seumur hidup, yang telah banyak memberikan hikmah dan makna kehidupan, tegurku dalam khilaf. I Love U, All. Ukhuwah ini harus tetap terjalin sampai akhir hayat.